- by Aren
- Rabu, 17 Juni 2026
Kades Sukamenak dengan Ketua DPRD Kabupaten Bandung (Foto : Aren)
Bedahjabar.com [ Kab.Bandung ] - Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, kembali menyerap aspirasi masyarakat melalui program Rabu Keliling (Boling).
Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Rabu 10 Juni 2026. Renie mengatakan, pelaksanaan Boling di Kecamatan Margahayu merupakan yang pertama pada tahun 2026.
Program tersebut menjadi sarana bagi dirinya untuk bertemu langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.
"Di Kecamatan Margahayu ini untuk pertama kali saya melaksanakan Boling di tahun 2026. Setiap hari Rabu, insyaallah saya bisa bertemu dengan masyarakat," ujar Renie kepada wartawan seusai kegiatan.
Menurutnya, Boling di Margahayu merupakan pelaksanaan ketiga pada tahun ini, setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ciparay.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Dialog Forum Tokoh Masyarakat Lintas Sektor Kecamatan Margahayu Tahun 2026 serta peluncuran Program Layanan Online Pemerintah Sauyunan Margahayu (Lope Yu).
Selain Ketua DPRD Kabupaten Bandung yang didampingi Sekretaris DPRD Yosep Nugraha, kegiatan itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung Moch Usman, Camat Margahayu Nur Hasanah, Kapolsek Margahayu AKP Hasbi Ask Sidiqie, para kepala desa se-Kecamatan Margahayu, serta unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat lainnya.
Aspirasi Pendidikan dan Pembangunan Mengemuka Dalam dialog bersama masyarakat, Renie menerima sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan pembangunan.
Salah satu isu yang mencuat adalah pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), termasuk kekhawatiran para guru mengenai keberlangsungan sekolah swasta di tengah persaingan dengan sekolah negeri.
"Apalagi sekarang sedang SPMB, juga ada aspirasi dari para guru terkait nasib sekolah swasta di tengah persaingan sekolah negeri. Mudah-mudahan nanti saya bisa tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan," katanya.
Selain itu, sejumlah kepala desa menyampaikan usulan agar besaran anggaran desa dan kecamatan disesuaikan dengan jumlah penduduk masing-masing wilayah.
Menanggapi hal tersebut, Renie menjelaskan bahwa dampak pengurangan Transfer Pusat ke Daerah (TPD) tidak hanya dirasakan pemerintah desa dan kecamatan, tetapi juga Pemerintah Kabupaten Bandung dan DPRD Kabupaten Bandung.
Disela kunjungan, Kepala Desa Sukamenak Taufik S.E atau yang sering disapa Kang Opik menyampaikan apresiasi karena bisa berkomunikasi secara langsung dan diterima dengan baik.
Adapun yang disampaikan diantaranya mengenai skema pembangian pagu anggaran musrenbang tingkat kecamatan agar disesuaikan dengan kebutuhan prioritas agar apa yang yang menjadi isu masalah di masing-masing kecamatan bisa segera terselesaikan.
"Salah satu contoh yang menjadi isu masalah di Kecamatan Margahayu adalah banjir dan masalah sampah, kami berharap ada pagu anggaran khusus untuk menyelesaikan maslaah tersebut agar tindak lanjut kinerja pemerintahan bisa dirasakan oleh warga masyarakat" ungkap Kang Opik.
Penulis/Pewarta: Aren
Editor: Aren
©2026 BEDAHJABAR.COM