- by Aren
- Jumat, 12 Juni 2026
Ketua DPRD Kabupaten Bandung H.Renie, Gelar BOLING di Dayeuhkolot (Foto : Setiawan)
Bedahjabar.com [ Kab.Bandung ] - Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, SH., menggelar kegiatan dialog bersama tokoh masyarakat di Kecamatan Dayeuhkolot melalui forum Rebo Keliling (BOLING) di Aula Desa Cangkuang Kulon, Rabu (15/7/26 ).
Dialog Lintas Sektor di Dayeuhkolot dihadiri Camat Dayeuhkolot Drs. Asep Suryadi, M.K.P. beserta jajaran, unsur Forkopimcam, para kepala desa, Ketua TP PKK desa, tokoh agama, Ketua MUI, KNPI, Karang Taruna, organisasi kepemudaan, serta elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Hj. Renie menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Dayeuhkolot yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan dialog bersama masyarakat.
Menurutnya, kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Bandung.
Alhamdulillah, menjadi sebuah kebanggaan bagi saya dapat bersilaturahmi secara langsung dengan masyarakat Kecamatan Dayeuhkolot. Forum seperti ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mendengar berbagai aspirasi, masukan, dan harapan masyarakat, ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hj. Renie menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakannya merupakan bagian dari program silaturahmi yang ia sebut sebagai Boling (Rebo Keliling), yakni forum dialog yang bertujuan mempererat hubungan antara pimpinan DPRD dengan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bandung.
Meskipun dirinya merupakan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Majalaya, Paseh, Ibun, dan Solokanjeruk, namun setelah dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bandung, seluruh wilayah Kabupaten Bandung menjadi tanggung jawabnya.
Hj. Renie juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah tidak hanya dijalankan oleh eksekutif, tetapi juga melibatkan DPRD sebagai unsur legislatif yang memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, penyusunan anggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar lebih aktif menjalin komunikasi dengan anggota DPRD yang berasal dari Daerah Pemilihan II, yang meliputi wilayah Kecamatan Dayeuhkolot dan sekitarnya. Dari total 55 anggota DPRD Kabupaten Bandung, terdapat delapan anggota legislatif yang berasal dari Dapil II sebagai wakil masyarakat di wilayah tersebut.
Anggota DPRD adalah wakil masyarakat. Karena itu masyarakat jangan sungkan untuk berkomunikasi, menyampaikan usulan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi. Aspirasi masyarakat menjadi bahan bagi kami untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, jelasnya.
Ia menerangkan bahwa salah satu mekanisme penyampaian aspirasi masyarakat dapat dilakukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), selain melalui kegiatan reses yang rutin dilaksanakan anggota DPRD sebanyak tiga kali dalam satu tahun.
Dalam forum dialog tersebut, Hj. Renie menegaskan bahwa dirinya tidak dapat secara langsung memutuskan atau merealisasikan pembangunan fisik, karena kewenangan pelaksanaan program berada pada pemerintah daerah. Namun demikian, DPRD memiliki peran penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui pembahasan anggaran dan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia berharap kegiatan dialog lintas sektor tersebut dapat memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan DPRD Kabupaten Bandung dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik, merata, serta benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ditempat yang sama, menurut ketua KNPI Kecamatan Dayeuhkolot, Yadi Hardiansyah mengatakan bahwa, dialog ini menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam membangun komunikasi yang sehat antara masyarakat, organisasi kepemudaan, dan pemangku kebijakan.
Yadi Hardiansyah, menegaskan bahwa pemuda jangan hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Ruang dialog seperti ini memperkuat peran pemuda sebagai jembatan gagasan, kontrol sosial, dan penggerak partisipasi publik," katanya.
Dengan semangat kolaborasi, pemuda dapat menjadi motor penggerak perubahan, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada masyarakat.
Penulis/Pewarta: Setiawan
Editor: Aren
©2026 BEDAHJABAR.COM