‎Yayasan Bina Nusantara Mendirikan Sekolah Formal Dengan Tidak Layak

Pendidikan - Minggu, 14 Juni 2026

260614143735-‎ya.jpg

Ilustrasi sekolah formal fasilitas tidak layak

Bedahjabar.com [ Kab.Cianjur ] - Sekolah formal adalah jalur pendidikan terstruktur dan berjenjang yang diselenggarakan secara resmi oleh pemerintah atau swasta.

Jalur ini memiliki kurikulum baku, syarat pendaftaran khusus, jadwal kegiatan belajar mengajar yang ketat, serta mengeluarkan ijazah resmi yang diakui secara nasional.

Masalah sekolah formal yang tidak layak baik dari segi fasilitas fisik yang rusak maupun ketidaksesuaian kurikulum menjadi perhatian serius pemerintah dan pegiat pendidikan.

Sepertihalnya SMP Bina Nusantara Cidaun yang berlokasi di Kp. Cijengkol RT.01/05 Desa Karangwangi Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, yang dinilai tidak layak dalam segi fasilitas serta dimana pendirian bangunan sekolah di tunggangi oleh oknum yang kepentingan.

Hasil penelusuran media Bedahjabar.com SMP Bina Nusantara Cidaun hanya memiliki 4 Ruang kelas dengan 2 ruang toliet dan lapangan olahraga. Tidak ada plang atau papan sekolah layaknya sekolah pada umumnya

Dari keterangan yang diberikan ketua Yayasan Bina Nusantara Cidaun Taofik Hidayat mengatakan bahwa SMP Bina Nusantara Cidaun berdiri dari tahun 2021 yang awalnya hanya menggunakan sewa dari rumah warga.

"Awalnya berdiri sekolah ini sekitar tahun 2021 dulu bangunan sekolah sewa di rumah warga dan pada tahun 2025 mendapatkan bangunan dari bantuan hibah sebanyak 4 ruangan" kata Taofik

SMP Bina Nusantara Cidaun memiliki jumlah peserta didik sebanyak 90 orang walaupun dengan fasilitas seadanya.

"Untuk jumlah peserta didik disini ada 90 orang dan guru pengajar kurang lebih 19 orang walaupun dengan keadaan fasilitas seadanya" keluh Taofik.

Ironisnya ketika animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di SMP Bina Nusantara Cidaun tetapi tidak didukung dengan sarana prasarana sekolah, mereka para siswa siswi harus bersekolah dengan fasilitas seadanya,

Dengan jumlah siswa 90 orang untuk fasilitas toilet hanya 2 ruangan, sedangkan fasilitas seperti mushola, lapang bola dan lainya tidak ada sama sekali.

Taofik pun mengatakan selama berdirinya SMP Bina Nusantara Cidaun belum pernah datang dari pihak Disdikpora Kab.Cianjur untuk melakukan pengawasan.

"Selama berdirinya sekolah ini belum pernah ada kunjungan maupun pengawasan dari pihak Disdikpora Kab.Cianjur" ungkap Taofik

Selain itu bangunan SMP Bina Nusantara Cidaun berdiri bukan dari jerih payah atau pertanggung jawab pihak yayasan untuk mendirikan sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan melainkan hasil campur tangan oknum yang berkepentingan supaya mendapatkan uang lebih dari pembangunan ruang kelas.

Perlu diketahui Yayasan Bina Nusantara selain menaungi SMP Bina Nusantara Cidaun yayasan tersebut juga menaungi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bundasari yang tidak jauh dari lokasi SMP Bina Nusantara Cidaun.

Lebih miris lagi Paud Bundasari justru lebih parah dari SMP Bina Nusantara Cidaun dari segi fasilitas ruangan untuk anak usia dini sangatlah tidak layak, tidak seperti sekolah paud pada umunya yang bangunannya rapih, penuh warna justru paud Bundasari kumuh dan bangunan hampir roboh tidak ada fasilitas yang memadai mengingat bangunan tersebut untuk anak-anak usia dini [bersambung].

Penulis/Pewarta: Edi
Editor: Aren
©BEDAHJABAR.COM 2026