- by Aren
- Kamis, 28 Mei 2026
Gambar document ()
Kabupaten Bandung, BEDAH JABAR- Kondisi kualitas udara di Kabupaten Bandung masih berada dalam kategori tidak sehat di tengah berkurangnya sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana, mengungkapakan bahwa hasil tersebut berdasarkan pengujian kualitas udara yang dilakukan pihaknya pada setiap harinya.
"Kami melakukan pengujian setiap hari, di Kantor DLH Kabupaten Bandung. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa kondisi udara dalam kategori tidak sehat," ujarnya kepada media
Dengan kategori itu, masyarakat dihimbau menggunakan masker jika beraktifitas di luar ruangan. Saat ditanya mengenai alat penguji, Ruli menjelaskan bahwa pihaknya memiliki dua alat untuk pengujian.
Dua alat pengujian tersebut yakni High Volume Air Sampler (HVAS) dan Low Volume Air Sampler (LVAS). Di mana, kedua alat tersebut dinyalakan selama beberapa jam untuk mengambil sampel udara.
Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Supriatna meminta, masyarakat tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik. Psalnya, abu vulkanik terdiri partikel pecahan batuan, mineral, dan kaca yang sangat kecil.
Dadang mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker. Menurutnya, penggunaan masker menjadi langkah sederhana yang perlu dilakukan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Karena tanpa masker di tengah abu, risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi serius ini akan terjadi," ujar Dadang saya ditemui awak media di di Gedung Moh. Toha, Soreang beberapa waktu lalu.
Penulis/Pewarta: Ajay
Editor: Ajay
©2026 BEDAHJABAR.COM